TINJAUAN PUSTAKA
A. Pengertian Multimedia
Animasi
Multimedia Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk tunggal
dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar (Sadiman,
1984: 6). Assosiation
of Education and Communication Technology (dalam Arsyad, 1996: 3) memberi
batasan media sebagai segala bentuk saluran yang digunakan untuk menyampaikan
pesan atau informasi. Menurut
Heinich (dalam Angkowo 2007: 10) media adalah saluran komunikasi termasuk film,
televisi, diagram, materi tercetak, dan komputer serta instruktur. Berdasarkan pendapat di atas
dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan
informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Arsyad, 2002: 4, menyatakan
bahwa apabila media
membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung
maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran. Multimedia merupakan
penggabungan dua kata ”multi” dan ”media”. Multi berarti ”banyak” sedangkan
media adalah bentuk jamak dari medium. Jadi, multimedia adalah media yang
melibatkan semua indra dalam satu kegiatan pembelajaran. Multimedia lebih ditekankan pada
penggunaan berbagai media berbasis TIK (Asyhar, 2011:77). Multimedia adalah
media yang 12 menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks,
grafis, gambar, foto, audio, dan video serta animasi secara terintegrasi
(Samudra, 2008:1). Dalam
Wikipedia Indonesia (2008:1), pengertian multimedia adalah penggunaan komputer
untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, dan animasi serta video
dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat
bernavigasi, berinteraksi, dan berkarya serta berkomunikasi. Arsyad (1996: 171) menjelaskan
arti multimedia yang umumnya dikenal dewasa ini adalah berbagai macam kombinasi
grafik, teks, suara, video dan animasi. Menurut Stevano (2007:1) animasi adalah
rangkaian gambar yang membentuk sebuah gerakan.
B.
Multimedia
Interaktif
Menurut
Daryanto (2010: 51), multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang
dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna,
sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Berdasarkan
pengertian tersebut, multimedia interaktif dapat didefinisikan perpaduan
berbagai macam kombinasi seperti teks, grafik, suara dan animasi, perpaduan
tersebut dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh
pengguna.
Format
sajian multimedia interaktif dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok sebagai
berikut:
a.
Tutorial Format
sajian
ini merupakan multimedia interaktif yang dalam penyampaian materinya dilakukan
secara tutorial. Tutorial didefinisikan sebagai bentuk pembelajaran khusus yang
bertujuan memberikan bantuan kepada siswa agar dapat mencapai hasil belajar
yang lebih efektif dan efesien. Informasi yang disajikan berupa teks, gambar,
baik diam maupun bergerak dan suara. Setelah pengguna telah membaca dan
menyerap konsep. Selajutnya diajukan serangkaian pertanyaan. Jika jawaban atau
respon pengguna salah maka pengguna harus mengulang memahami konsep secara
keseluruhan atau pada bagian tertentu.
Rusman
(2012: 210) mendefinisikan,
Tutorial
merupakan bimbingan pembelajarana dalam bentuk pemberian arahan, bantuan,
petunjuk, dan motivasi agar para siswa belajar secara efisien dan efektif.
Pemberi bantuan berarti membantu siswa dalam mempelajari materi pelajaran.
Petunjuk berarti memberi informasi tentang cara belajar secara efisien dan
efektif. Arahan berarti mengarahkan para siswa untuk mencapai tujuan
masingmasing. Motivasi berarti menggerakan kegiatan siswa dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran. Bimbingan berarti menuntun siswa dalam kegiatan yang
disajikan.
Sedangkan
menurut Daryanto (2010: 54).
Tutorial
merupakan format sajian multimedia pembelajaran dalam penyampaian materinya
dilakukan secara tutorial, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan oleh
guru atau intruktur. Informasi yang disajikan berisi teks, gambar, baik diam
atau bergerak dan grafik.
Jadi
tutorial merupakan format sajian multimedia interaktif yang mempunyai bimbingan
dalam pemberian arahan, bantuan dan petunjuk agar siswa dapat belajar secara
efektif dan efisien. Komputer sebagai tutor berorientasi pada upaya dalam
membangun prilaku siswa melalui penggunaan komputer. Secara sederhana pola-pola
pengoperasiannya adalah sebagai berikut 1) komputer menyajikan materi, 2) siswa
memberi respon, 3) respon siswa dievaluasi oleh komputer dengan orientasi pada
siswa dalam menempuh prestasi berikutnya dan 4) menjalankan atau mengulangi
tahap selanjutnya.
b.
Praktek dan Latihan (Drill and Practice).
Menurut
Rusman (2012: 192) menjelaskan
Drill
and Practice merupakan model pembelajaran dengan jalan melatih siswa terhadap
bahan pelajaran yang telah diberikan. melalui model ini akan ditanamkan
kebiasaan tertentu dalam bentuk latihan, dengan latihan terus menerus akan
tertanam kebiasaan yang dapat menambah kecepatan, ketepatan, kesempurnaan serta
kesempurnaan.
Sedangkan
menurut Daryanto (2010: 54)
Format
yang dimaksud untuk melatih pengguna sehingga mempunyai kemahiran didalam suatu
ketrampilan atau memperkuat penguasaan terhadap suatu konsep. Program ini
menyediakan serangkaian soal atau pertanyaan yang biasanya ditampilkan secara
acak, sehingga setiap kali digunakan makas soal yang tampil akan selalu
berbeda, atau paling tidak dalam kombinasi berbeda.
Jadi
format Drill and Practice adalah format sajian multimedia interaktif yang
betujuan untuk melatih pengguna sehingga mempunyai kemahiran melalui
serangkaian latihan yang ditampilkan secara acak. Sehingga latihan yang
digunakan akan selalu berbeda atau paling tidak dengan kombinasi berbeda. Proses model drill and practice
adalah 1) penyajian soal-soal dalam bentuk latihan, 2) siswa mengerjakan soal,
3) Program merekam pekerjaan siswa, 4) Jika jawaban siswa benar program akan
melanjutkan materi selanjutnya.
c.
Simulasi
Menurut Rusman (2012: 231)
mendefinisikan.
Simulasi
adalah sajian multimedia yang pengajarannya dikemas dalam bentuk
simulasi-simulasi pembelajaran dalam bentuk animasi yang menjelaskan konten
secara menarik hidup dan memadukan teks, gambar, animasi dan perpaduan warna
yang serasi dan harminis. Secara umum tahapan simulasi diantaranya pengenalan,
penyajian informasi berupa kumpulan dari suatu simulasi, pertanyaan, penilaian
dan penutup.
Sedangkan
menurut Daryanto (2010: 55)
Multimedia
dengan format ini mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi dalam dunia
nyata, misalnya untuk mensimulasikan pesawat terbang, perusahaan bangkrut atau
malapetaka nuklir.
Jadi
simulasi merupakan sajian multimedia yang pengajarannya dikemas dalam bentuk
simulasi untuk memperjelas konten secara menarik. Tahapan simulasi ini
diantaranya pengenalan, kumpulan simulasi, pertanyaan, penilaian dan penutup.
d.
Permainan (Instructional Games)
Menurut Rusman (2012: 236) menjelaskan,
Intructional Games
merupakan salah satu bentuk metode dalam bentuk metode pembelajaran berbasis
komputer. Tujuannya adalah untuk menyediakan pengalaman yang memberikan
fasilitas belajar untuk menambah pengetahuannya melalui bentuk permainan.
Sedangkan
menurut Daryanto (2010: 56) mendefinisikan,
Permainan
merupakan bentuk sajian multimedia yang tetap mengacu pada proses pembelajaran
dan dengan format ini diharapkan terjadi aktifitas belajar sambil bermain.
Berdasarkan pengertian tersebut, maka Instructional games merupakan sajian multimedia
interaktif yang sajiannya berisikan permainan, dimana siswa belajar sambil
bermain.
Berdasarkan
penjelasan diatas tentang format sajian multimedia interaktif, format sajian
yang dipaparkan mempunyai kelebihan dan kelemahan di setiap sajian format
tersebut. Untuk itu diperlukan pemilihan format yang tepat untuk tercapainya
pembelajaran yang efektif dan efisien. Multimedia interaktif tutorial dapat
menjadi solusi tercapainya pembelajaran yang efektif dan efesien dengan
bimbingan, arahan, dan petunjuk yang diberikan pada multimedia interaktif
tutorial ini, diharapkan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien serta
mengajarkan siswa untuk belajar mandiri dan memperoleh pengetahuannya sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Rusman(2012.192). Model-model
Pembelajaran: Rajawali Pers.
Daryanto.2010. Media
Pembelajaran.Yogyakarta:Gava Media
Arif S. Sadiman Dkk. Media
Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Manfaatnya,
(Jakarta: Pustekom Dikbud An PT. Raja Grafindo Persada 1984).
Azhar Arsyad. 2006. Media Pembelajaran.
Jakarta: Raja Grafindo Persada
Ariani,
Niken dan Haryanto, Dany. 2010. Pembelajaran
Multimedia di Sekolah. Jakarta:
Prestasi Pustaka Publisher
Hornby,
AS. (2000). Oxford Advanced
Learner’s Dictionary, Sixth Edition.
Oxford. Oxford University Press.
Susilana,
Rudi dan Riyana, Cepi 2009. Media pembelajaran : Hakekat, Pengembangan,
Pemanfaatan, dan Penilaian,. Bandung: CV Wacana Prima
Tidak ada komentar:
Posting Komentar