Kamis, 12 April 2018

TINJAUAN PUSTAKA


TINJAUAN PUSTAKA


     A.   Pengertian Multimedia

           Animasi Multimedia Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk tunggal dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar (Sadiman, 1984: 6). Assosiation of Education and Communication Technology (dalam Arsyad, 1996: 3) memberi batasan media sebagai segala bentuk saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi. Menurut Heinich (dalam Angkowo 2007: 10) media adalah saluran komunikasi termasuk film, televisi, diagram, materi tercetak, dan komputer serta instruktur. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima informasi. Arsyad, 2002: 4, menyatakan bahwa apabila media membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran maka media itu disebut media pembelajaran. Multimedia merupakan penggabungan dua kata ”multi” dan ”media”. Multi berarti ”banyak” sedangkan media adalah bentuk jamak dari medium. Jadi, multimedia adalah media yang melibatkan semua indra dalam satu kegiatan pembelajaran. Multimedia lebih ditekankan pada penggunaan berbagai media berbasis TIK (Asyhar, 2011:77). Multimedia adalah media yang 12 menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafis, gambar, foto, audio, dan video serta animasi secara terintegrasi (Samudra, 2008:1). Dalam Wikipedia Indonesia (2008:1), pengertian multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks, suara, gambar, dan animasi serta video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi, berinteraksi, dan berkarya serta berkomunikasi. Arsyad (1996: 171) menjelaskan arti multimedia yang umumnya dikenal dewasa ini adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video dan animasi. Menurut Stevano (2007:1) animasi adalah rangkaian gambar yang membentuk sebuah gerakan.


     B.   Multimedia Interaktif   
                             
Menurut Daryanto (2010: 51), multimedia interaktif adalah suatu multimedia yang dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna, sehingga pengguna dapat memilih apa yang dikehendaki untuk proses selanjutnya. Berdasarkan pengertian tersebut, multimedia interaktif dapat didefinisikan perpaduan berbagai macam kombinasi seperti teks, grafik, suara dan animasi, perpaduan tersebut dilengkapi dengan alat pengontrol yang dapat dioperasikan oleh pengguna.
Format sajian multimedia interaktif dapat dikategorikan ke dalam lima kelompok sebagai berikut:
a. Tutorial Format
sajian ini merupakan multimedia interaktif yang dalam penyampaian materinya dilakukan secara tutorial. Tutorial didefinisikan sebagai bentuk pembelajaran khusus yang bertujuan memberikan bantuan kepada siswa agar dapat mencapai hasil belajar yang lebih efektif dan efesien. Informasi yang disajikan berupa teks, gambar, baik diam maupun bergerak dan suara. Setelah pengguna telah membaca dan menyerap konsep. Selajutnya diajukan serangkaian pertanyaan. Jika jawaban atau respon pengguna salah maka pengguna harus mengulang memahami konsep secara keseluruhan atau pada bagian tertentu.
Rusman (2012: 210) mendefinisikan,
Tutorial merupakan bimbingan pembelajarana dalam bentuk pemberian arahan, bantuan, petunjuk, dan motivasi agar para siswa belajar secara efisien dan efektif. Pemberi bantuan berarti membantu siswa dalam mempelajari materi pelajaran. Petunjuk berarti memberi informasi tentang cara belajar secara efisien dan efektif. Arahan berarti mengarahkan para siswa untuk mencapai tujuan masingmasing. Motivasi berarti menggerakan kegiatan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Bimbingan berarti menuntun siswa dalam kegiatan yang disajikan.

Sedangkan menurut Daryanto (2010: 54).
Tutorial merupakan format sajian multimedia pembelajaran dalam penyampaian materinya dilakukan secara tutorial, sebagaimana layaknya tutorial yang dilakukan oleh guru atau intruktur. Informasi yang disajikan berisi teks, gambar, baik diam atau bergerak dan grafik.

Jadi tutorial merupakan format sajian multimedia interaktif yang mempunyai bimbingan dalam pemberian arahan, bantuan dan petunjuk agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien. Komputer sebagai tutor berorientasi pada upaya dalam membangun prilaku siswa melalui penggunaan komputer. Secara sederhana pola-pola pengoperasiannya adalah sebagai berikut 1) komputer menyajikan materi, 2) siswa memberi respon, 3) respon siswa dievaluasi oleh komputer dengan orientasi pada siswa dalam menempuh prestasi berikutnya dan 4) menjalankan atau mengulangi tahap selanjutnya.

b. Praktek dan Latihan (Drill and Practice).
Menurut Rusman (2012: 192) menjelaskan
Drill and Practice merupakan model pembelajaran dengan jalan melatih siswa terhadap bahan pelajaran yang telah diberikan. melalui model ini akan ditanamkan kebiasaan tertentu dalam bentuk latihan, dengan latihan terus menerus akan tertanam kebiasaan yang dapat menambah kecepatan, ketepatan, kesempurnaan serta kesempurnaan.

Sedangkan menurut Daryanto (2010: 54)
Format yang dimaksud untuk melatih pengguna sehingga mempunyai kemahiran didalam suatu ketrampilan atau memperkuat penguasaan terhadap suatu konsep. Program ini menyediakan serangkaian soal atau pertanyaan yang biasanya ditampilkan secara acak, sehingga setiap kali digunakan makas soal yang tampil akan selalu berbeda, atau paling tidak dalam kombinasi berbeda.

Jadi format Drill and Practice adalah format sajian multimedia interaktif yang betujuan untuk melatih pengguna sehingga mempunyai kemahiran melalui serangkaian latihan yang ditampilkan secara acak. Sehingga latihan yang digunakan akan selalu berbeda atau paling tidak dengan kombinasi  berbeda. Proses model drill and practice adalah 1) penyajian soal-soal dalam bentuk latihan, 2) siswa mengerjakan soal, 3) Program merekam pekerjaan siswa, 4) Jika jawaban siswa benar program akan melanjutkan materi selanjutnya.
c. Simulasi
Menurut Rusman (2012: 231) mendefinisikan.
Simulasi adalah sajian multimedia yang pengajarannya dikemas dalam bentuk simulasi-simulasi pembelajaran dalam bentuk animasi yang menjelaskan konten secara menarik hidup dan memadukan teks, gambar, animasi dan perpaduan warna yang serasi dan harminis. Secara umum tahapan simulasi diantaranya pengenalan, penyajian informasi berupa kumpulan dari suatu simulasi, pertanyaan, penilaian dan penutup.

Sedangkan menurut Daryanto (2010: 55)
Multimedia dengan format ini mencoba menyamai proses dinamis yang terjadi dalam dunia nyata, misalnya untuk mensimulasikan pesawat terbang, perusahaan bangkrut atau malapetaka nuklir.

Jadi simulasi merupakan sajian multimedia yang pengajarannya dikemas dalam bentuk simulasi untuk memperjelas konten secara menarik. Tahapan simulasi ini diantaranya pengenalan, kumpulan simulasi, pertanyaan, penilaian dan penutup.
d. Permainan (Instructional Games)
Menurut Rusman (2012: 236) menjelaskan,
Intructional Games merupakan salah satu bentuk metode dalam bentuk metode pembelajaran berbasis komputer. Tujuannya adalah untuk menyediakan pengalaman yang memberikan fasilitas belajar untuk menambah pengetahuannya melalui bentuk permainan.
Sedangkan menurut Daryanto (2010: 56) mendefinisikan,
Permainan merupakan bentuk sajian multimedia yang tetap mengacu pada proses pembelajaran dan dengan format ini diharapkan terjadi aktifitas belajar sambil bermain. Berdasarkan pengertian tersebut, maka Instructional games merupakan sajian multimedia interaktif yang sajiannya berisikan permainan, dimana siswa belajar sambil bermain.
Berdasarkan penjelasan diatas tentang format sajian multimedia interaktif, format sajian yang dipaparkan mempunyai kelebihan dan kelemahan di setiap sajian format tersebut. Untuk itu diperlukan pemilihan format yang tepat untuk tercapainya pembelajaran yang efektif dan efisien. Multimedia interaktif tutorial dapat menjadi solusi tercapainya pembelajaran yang efektif dan efesien dengan bimbingan, arahan, dan petunjuk yang diberikan pada multimedia interaktif tutorial ini, diharapkan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien serta mengajarkan siswa untuk belajar mandiri dan memperoleh pengetahuannya sendiri.

DAFTAR PUSTAKA
Rusman(2012.192). Model-model Pembelajaran: Rajawali Pers.
Daryanto.2010. Media Pembelajaran.Yogyakarta:Gava Media
Arif S. Sadiman Dkk. Media Pendidikan Pengertian Pengembangan dan Manfaatnya, (Jakarta: Pustekom Dikbud An PT. Raja Grafindo Persada 1984).
Azhar Arsyad. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Ariani, Niken dan Haryanto, Dany. 2010. Pembelajaran Multimedia di Sekolah. Jakarta: Prestasi Pustaka Publisher

Hornby, AS. (2000). Oxford Advanced Learner’s  Dictionary, Sixth Edition. Oxford. Oxford University Press.

Susilana, Rudi dan Riyana,  Cepi 2009. Media pembelajaran : Hakekat, Pengembangan, Pemanfaatan, dan Penilaian,. Bandung: CV Wacana Prima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar